Rabu, 17 Mei 2023

Karya Non Fiksi-Biografi

Dalam dunia kepenulisan, karya sastra dibagi menjadi dua jenis, yaitu karya fiksi dan non fiksi. Karya fiksi merupakan karya khayalan atau imajinasi dari penulis contohnya novel, drama, puisi, roman, cerpen. Sedangkan karya non fiksi adalah karya yang berdasarkan fakta dan data, contohnya karya tulis ilmiah, jurnal, biografi, opini, dan buku pelajaran. 

Karya NON FIKSI

Beberapa jenis karya non fiksi berdasarkan isinya yaitu:

1. Buku Literatur

Dalam buku ini memuat karya kepenulisan ilmiah yang dapat dijadikan rujukan keilmuan. Buku literatur biasanya disebut buku diktat, buku pelajaran, atau buku kuliah. Buku literatur biasanya ditulis oleh para pendidik atau peneliti sehingga memiliki tingkat ilmiah yang tinggi. Tujuan penulisannya yaitu menambah pengetahuan, melatih kemampuan berpikir ilmiah, dan memecahkan masalah tertentu.

https://www.penebarswadaya.com/shop/penebar-swadaya/ensiklopedia-biologi/

2. Buku Motivasi

Karya dalam buku motivasi berisi kajian psikologis untuk memberikan suntikan semangat bagi pembaca. Biasanya buku ini ditulis oleh entrepreneur dan pebisnis. Tujuan karya ini adalah untuk membantu pembaca bangkit dan menemukan semangat baru untuk berjuang meraih impiannya. 

https://ippho.com/profil/buku-ippho/

3. Buku Biografi

Karya ini berisi tentang riwayat hidup seseorang yang berpengaruh, misalnya seorang pengusaha. Tokoh yang diceritakan memiliki nilai yang patut dicontoh/diteladani bagi pembaca. Biografi ditulis bertujuan untuk memberikan inspirasi dari kisah hidup tokoh tersebut. Biografi dapat pula ditulis oleh penulis sendiri, disebut autobiografi. 

https://www.gramedia.com/best-seller/biografi-orang-sukses-indonesia/

Dari ketiga jenis karya non fiksi di atas, saya belum tertarik dengan karya-karya biografi. Sepertinya koleksi buku saya tidak ada yang berjenis biografi. Namun, materi di One Day One Post (ODOP) membuat saya tertarik untuk membaca lebih jauh terkait bagaimana penulisan biografi seorang tokoh yang saya kagumi. Oleh karena itu, saya membaca literatur terkait penulisan karya biografi.

Ciri-ciri teks biografi, diantaranya:

1. memuat fakta

2. mempunyai konflik

3. berisi pesan pembelajaran dari tokoh

4. sejarah pengalaman/riwayat hidup tokoh

5. memiliki struktur kerangka waktu yang runut dan jelas

Struktur teks biografi:

1. orientasi, berisi pengenalan tokoh dan informasi singkat dari tokoh yang membuat pembaca tertarik membaca bagian yang lebih detail.

2. peristiwa penting, berisi rangkaian peristiwa/kejadian yang dialami oleh tokoh. Peristiwa ini biasanya diuraikan runut sesuai waktu kejadian. Pada bagian ini pembaca dapat mengambil pesan pembelajaran yang dikisahkan. 

3. reorientasi, berisi penutup dari keseluruhan cerita. Akan tetapi tidak semua teks biografi memiliki bagian ini. 

Dari penjelasan di atas, di blog selanjutnya saya berencana mengangkat teks tentang biografi tokoh yang saya kagumi sejak saya kuliah, IPPHO SANTOSA.



Senin, 15 Mei 2023

SENINku

Hari Senin biasanya merupakan hari yang crowded bagi sebagian besar orang. Senin identik dengan harus dimulainya semangat baru dalam beraktivitas lima hari ke depan setelah rehat sejenak di hari Sabtu hingga minggu. Namun, ke crowded-an itu sepertinya tidak berlaku untukku. Hampir 1 bulan ini, Seninku terasa amat lapang. Tidak ada deadline, tidak ada keharusan masuk pagi.

"Ah Seninku yang indah" gumamku dalam hati sambil menghirup gas yang hadir dari hasil fotosintesis tumbuhan bersama embun pagi. Namun, ternyata seninku di minggu ini berbeda dari biasanya. Senin ini tak terasa sudah satu minggu aku mengikuti kegiatan One Day One Post (ODOP) di mana setiap minggunya akan ada 1 kali tantangan menulis bertema. Tema yang diusung minggu ini adalah cerpen tentang buruh. Kupikir deadlineku telah selesai Minggu sebelum 23.59 tapi nyatanya Senin tepat pukul 06.20WIB, ketika perjalanan ke tempat kerja WAku berbunyi

"Kak, mau confirm. Tulisan setoran tantangannya bukannya cerpen ya? kalau mau direvisi. Kami kasih waktu perbaikan sampai pagi ini pukul 09.00 ya Kak.

Betapa kagetnya aku membaca WA ini selepas lebih kurang 30 menit perjalanan. Saat itu juga bertepatan dengan hari pelepasan siswa di mana semua guru di undang untuk hadir pukul 07.00.

"Monggo Bapak Ibu, ditunggu di lokasi acara", ajak kepala humas yang diberi amanat bapak kepala sekolah untuk mengundang bapak dan ibu guru.

Otak dan tanganku langsung bergerak cepat. Aku berharap di sisa waktu ini bisa menyelesaikan. "Ah ternyata aku tak sanggup, menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan", gerutuku kesal.

Oke fine aku berhenti, aku mengikuti apa yang seharusnya aku ikuti. Laptop dan handphone aku tanggalkan. Kakiku melangkah ke lapangan tempat acara pelepasan.

“Gimana ya caranya agar tetap bisa menyelesaikan? Coba dari HP deh.”

Sambil berjalan, arah pandanganku tertuju pada HP, mencoba mengotak-atik agar aku bisa mengerjakannya via HP.

“Hih, susah ternyata, tak seleluasa di laptop!”, aku begitu kesal tidak terbiasa mengerjakannya di HP.

Akhirnya aku benar-benar pasrah berdiri di lokasi acara pelepasan dengan pikiran yang tak mau menyerah begitu saja. “aku masih ingin bertahan, aku tidak mau kalah!”. Aku terus mencari ide bagaimana aku tetap bisa mengerjakan hingga akhirnya Tuhan memberiku jalan. Petugas acara pelepasan belum sepenuhnya siap. Pembina membimbing mereka untuk gladi bersih. Momen tersebut aku gunakan untuk “kabur” sejenak ke ruang guru mengerjakan cerpenku.

“Yes, aku berhasil, ayo otak dan tanganku bekerja samalah! Mari kita selesaikan di waktu singkat yang diberikan oleh Tuhan untuk memperbaiki tulisan.”

Tanganku mulai aktif menyusun rangkaian kata membentuk sebuah cerpen sederhana. Sejujurnya ceritanya tidak begitu aku suka. Namun, akibat kesalahan literasi dan managemen waktu yang masih belum baik, mau tidak mau aku harus mengumpulkan cerpen dengan ide super kilatku.

“Alhamdulillah akhirnya tersubmit! Yey! I did it!” Betapa girangnya aku berhasil menyelesaikan sekitar pukul 8.00WIB. apapun hasilnya aku pasrah kalau memang tulisanku dinilai buruk atau bahkan salah.

Kemudian sekitar pukul 9.00WIB ada pengumuman di grup terkait eliminasi. Ternyata ada 1 orang dgrup kecil yang dieliminasi. Alhamdulillah nama itu bukan aku. Betapa senangnya aku, satu minggu bisa aku lalui walaupun dengan pressure tinggi karena masih masa adaptasi. Semoga aku bisa memanfaatkan kesempatan yang diberikan ini dengan lebih baik lagi di dunia kepenulisan.

Dari Seninku ini aku belajar tentang pentingnya literasi dan memahami dengan seksama perintah yang diberikan. Kedua, aku evaluasi diriku yang masih belum bisa memanagemen waktu dengan baik. Terbatasnya ide akibat minim literasi membuatku sulit untuk cepat menuangkan pikiran ke dalam tulisan,


Minggu, 14 Mei 2023

Penggunaan dan Cara Kerja Essential Oil

Minyak atsiri/essensial oil dalam tanaman dapat dikatakan sebagai hormon tanaman karena essential oil ini terdapat dalam suatu kantong kecil diantara dinding sel tumbuhan yang dilepaskan dan beredar ke seluruh bagian tanaman untuk menghantarkan pesan yang membantu tumbuhan menjalankan fungsinya secara efisien. Essential oil adalah powerful healing agent sehingga pada saat ini banyak penelitian dilakukan untuk mengembangkannya sebagai aromaterapi.

Pada saat ini aromaterapi menunjukkan peran penting dalam dunia kesehatan dan kecantikan bahkan urusan domestik rumah tangga. Hal ini dapat dilihat dari pergeseran gaya hidup, kesehatan dan kecantikan yang semakin mengarah pada penggunaan bahan alami. Penggunaan essential oil bukan sekedar pilihan gaya hidup semata, tetapi merupakan sesuatu kebutuhan mendasar yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia. Menurut penelitian, essential oil terbukti dapat memberikan banyak manfaat antara lain membantu dan meningkatkan kualitas tidur, mengurangi kecemasan, menurunkan tekanan darah, dan bahkan mempercepat regenerasi kulit.

Essential oil bukanlah merupakan suatu obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Essential oil adalah salah satu sarana untuk membantu mencapai homeostasis atau keseimbangan tubuh. Essential oil dapat digunakan secara aromatik maupun topical. Essential oil yang dihirup maupun dioleskan pada kulit akan masuk ke dalam aliran darah. Sama seperti kerja obat dan makanan, essential oil akan diserap dan dimetabolisme oleh tubuh untuk kemudian dieliminasi.


        Essential oil yang digunakan secara aromatik dapat dihirup langsung dari botol, dituang ke telapak tangan kemudian dihirup, ataupun dengan alat diffuser. Essential oil masuk ke dalam tubuh melalui penciuman (sistem olfaktori) masuk melalui saluran hidung (nasal passages). Penciuman merupakan satu-satunya panca indra yang terhubung dengan bagian sistem limbik pada otak yaitu bagian yang berperan sebagai pusat kontrol emosi. Bau tertentu dapat membangkitkan sebuah jenis emosi bahkan sebelum kita menyadarinya. Ketika essential oil dihirup, maka molekul yang mudah menguap akan membawa unsur aromatik dalam kandungan oil tersebut ke puncak hidung. Rambut getar di dalam hidung yang berfungsi sebagai reseptor (penerima rangsangan) yang akan menghantarkan pesan bau tersebut ke susunan saraf pusat. Pesan ini akan mengaktifkan pusat emosi dan daya ingat seseorang yang selanjutnya akan mengantarkan pesan balik ke seluruh tubuh. Pesan yang diantarkan ke seluruh tubuh akan dikonversikan menjadi suatu aksi dengan pelepasan substansi neurokimia berupa perasaan senang, rileks, dan tenang.

Essential oil dapat digunakan secara topikal dengan cara dioleskan. Essential oil masuk melalui suatu membran yang semi permiabel terhadap molekul essential oil. Setelah menembus epidermis kulit, essential oil akan memasuki saluran limfe dan pembuluh darah, saraf, kolagen, dan lain-lain. Ketika mengaplikasikan essential oil yang pekat tersebut ke kulit, kita harus memperhatikan petunjuk penggunaan. Essential oil harus diencerkan terlebih dahulu apalagi saat baru pertama kali menggunakan karena kita belum tau sensitivitas kulit kita terhadap essential oil. Biasanya penggunaan secara topikal akan disarankan untuk menggunakan carrier oil sebagai pengencer. Penggunaan pada bayi maupun anak-anak disarankan untuk melakukan pengenceran lebih banyak terutama pada hot oil, misalnya 1 tetes peppermint dalam 5 ml carrier oil. Kita dapat mengoleskan essential oil ke seluruh tubuh kita kecuali pada area yang memiliki sensitivitas tinggi misalnya area mata.

Beberapa essential oil memiliki sifat phototoxic, yaitu ketika essential oil diaplikasikan ke kulit lalu terkena sinar matahari, dapat membuatnya seperti sunburn. Efek phototoxic biasanya dimiliki oleh essential oil golongan citrus. Beberapa contoh essential oil yang bersifat phototoxic antara lain lemon, lime, bergamot, grapefruit, dan orange.



Kenapa Harus 1 Mei?

Bulan  Mei  dari tahun  ke  tahun  diawali  dengan  peringatan  hari  buruh . Buruh menurut kamus bahasa Indonesia adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Tahun ini merupakan tahun pertama Bima diikutsertakan dalam aksi Hari Buruh 1 Mei.

Pak Jaya : “Bima, tolong besok disiapkan peralatan yang diperlukan untuk aksi kita besok ya?”

Bima : “siap, Pak, saya sudah menyiapkan peralatannya siang tadi.”

Walaupun Bima sudah terlihat siap dengan semua peralatan untuk besok, sebenarnya hatinya masih belum siap. Masih ada pertanyaan yang belum dia temukan.

“Kenapa harus ada aksi ini? Kenapa harus 1 Mei? Apa tidak lebih baik bekerja saja, lebih bermanfaat waktuku”, gumam Bima dalam hati.

“Hei Bima! Kenapa kamu melamun? Apa yang kamu pikirkan?” , sapa Sinta yang berjalan pulang melewati Bima.

“Eh hai Sinta. Hehehe, bukan apa-apa, cuma ada rasa malas saja karena besok aku diikutkan dalam aksi May Day”, jawab Bima yang tersadar dari lamunannya.

“Kenapa malas? Bukannya enak libur kerja? Hahaha”,Tanya Sinta.

“Sejujurnya aku malas mengikuti aksi besok. Jiwa ragaku belum ada feel untuk ikut acara itu, mending aku kerja daripada ikut aksi yang aku tidak tahu untuk apa”, jawab Bima

“Wajar, kamu kan baru pertama kali menjadi pekerja di sini. Di sini memang sudah jadi tradisi perayaan May Day walaupun tidak ada tuntutan yang berarti karena memang perusahaan kita aman-aman saja”, kata Sinta memaklumi.

“Memangnya kamu pernah ikut aksi ini, Sin?”, tanya Bima penasaran.

“Pernah dong. Dulu awalnya aku juga merasa sepertimu Bim. Cuma bedanya dulu aku kepo sama sejarahnya kemudian aku cari tau ceritanya.”

“Wah aku jadi kepo, ceritakan ke aku dong sambil kita ngopi, mau?” ajak Bima.

“Baiklah, ayo!”

Ternyata gayung bersambut, pertanyaan yang diajukan Bima dalam lamunannya akan dijawab oleh Sinta. 

“Mas, pesan pisang coklat 1, kentang goreng 1, dan minumnya jus apel 2 ya,” Bima memesankan camilan dan minuman untuk dia dan Sinta. Kemudian dia bergegas bertanya kepada Sinta sejarah May Day, “Gimana sih Sin sejarahnya? Sejak kapan hari buruh harus diperingati?”

Sinta mencoba menjelaskan sambil memperbaiki posisi duduknya. “Begini Bim, pada jaman penjajahan Belanda, buruh adalah orang-orang pekerja kasar seperti kuli, tukang, dan lain-lain. Di Amerika Serikat, May Day dikenal sebagai Hari Pekerja Internasional untuk merayakan hak-hak buruh dan delapan jam kerja sehari. Saat itu, kondisi kerja di Amerika Serikat sangat buruk, terutama di sektor industri. Pekerja diharuskan bekerja 16 jam per hari dengan gaji yang sangat rendah. Para pekerja juga bekerja tanpa jaminan kesehatan dan keselamatan kerja yang memadai. Pada tahun 1886, mulailah sebuah gerakan pekerja berkembang di Amerika Serikat yang memperjuangkan hak-hak pekerja. Sejarah Hari Buruh berlanjut pada tahun 1889, sebuah konferensi internasional di Paris diadakan untuk memperingati perjuangan para pekerja dan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Konferensi tersebut menyerukan peringatan internasional setiap tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.”

“Kalau kondisi di Indonesia sendiri bagaimana, Sin? Kenapa harus ada peringatan juga?”

Sinta mencoba menjelaskan kembali apa yang pernah disampaikan seniornya dulu. “Di Indonesia, May Day sudah diperingati sejak tahun 1920 silam. Namun, ketika masa pemerintahan Presiden Soeharto, hari Buruh tersebut tidak lagi diperingati di Indonesia. Sejak saat itu, 1 Mei tidak dijadikan hari libur nasional. Setelah era Orde Baru berakhir, meskipun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Hari Buruh ditetapkan sebagai hari libur nasional hingga saat ini.”

Bima menghela nafas mendengar penjelasan Sinta yang luar biasa. Kemudian dia teringat berita di televisi yang dia tonton semalam. “Sin, sebenarnya aku sedikit takut dengan Indonesia tahun 2024, perkembangan dunia digital dari tahun ke tahun sangat cepat. Apakah itu tidak akan menggerus peran manusia sebagai pekerja secara fisik?” 

Sinta tersenyum mendengar pertanyaan Bima, kemudian dia menjawabnya dengan santai karena hal ini sudah pernah terpikir olehnya dan pernah pula dibahas dengan pimpinan perusahaan. “begini Bima, perkembangan zaman yang sangat pesat tantangan buruh pun berubah mengikuti zamannya. Era yang disebut saat ini adalah era transformasi digital atau Revolusi 4.0. Kemajuan teknologi di era ini menjadi salah satu mega tren yang berpotensi mengubah kondisi dalam suatu pekerjaan. Cara kerja seperti ini dapat membuat adanya pergeseran peran manusia untuk mengoperasikan suatu pekerjaan. Di satu sisi memang kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) di sektor industri merupakan sebuah perkembangan IPTEK yang tidak dapat dibendung. Namun tidak dapat dimungkiri pula bahwa revolusi industri ini justru menjadi ancaman pada aspek ketenagakerjaan misalnya dengan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran sehingga pengangguran massal di masa depan tidak akan terbendung pula. Itulah sebabnya perusahaan kita mencoba mengantisipasinya dengan turut serta dalam berbagai pelatihan yang diadakan pemerintah. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kebutuhan tenaga kerja industri menuju Indonesia 2024 mendatang diperkirakan sebanyak 20,2 juta orang. Adapun kebutuhan tenaga kerja ke depan akan mengarah pada pekerja yang memiliki skill khusus sesuai perkembangan teknologi. Agar tenaga kerja industri di Indonesia memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, Kemenperin setiap tahun aktif menyiapkan infrastruktur kompetensi SDM Industri. Salah satunya, melalui pengembangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Jadi, kita sebagai pekerja juga harus punya kompetensi yang juga harus selalu dikembangkan dan ditingkatkan.”

 

“Sin, jadi besok adalah hari di mana para perkerja itu memperjuangkan haknya dan mengingatkan kepada perusahaan tentang keadaan sekarang ini?”

“Iya, Bim. Para pekerja membuat aksi agar perusahaan tidak begitu saja melupakan mereka di tengah era digital saat ini.”

Penjelasan dari Sinta merasuk ke jiwa Bima dan memantapkannya untuk ikut peringatan May Day besok.

 

 

 


Sabtu, 13 Mei 2023

Essential Oil ada grade-nya?

Sejak pandemi tahun 2020, berbagai merk minyak atsiri atau essential oil makin banyak bermunculan di masyarakat. Essential oil menjadi sangat populer karena dipercaya dan sudah dibuktikan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa manusia. Kita dapat memilih aroma yang disesuaikan dengan keinginan maupun kondisi tubuh, semisal saat stress kita memilih lavender untuk relaksasi, saat merasa sesak bisa memilih aroma peppermint untuk memberi rasa lebih plong atau untuk menaikkan mood dan lebih bersemangat dapat menghirup aroma citrus.

Segala manfaat dan penawaran menarik dari tiap merk essential oil begitu menggiurkan. Namun, kita harus teliti sebelum membeli, sebab tidak semua essential oil yang dijual memiliki kualitas baik dan memang berfungsi sebagai mana mestinya.


Gambar di atas menunjukkan grade essential oil yang ada di pasaran. Mungkin ada bertanya-tanya alasan mengapa harga essential oil berbeda-beda di pasaran?

Untuk lebih memahami hal ini, mari kita simak penjelasan di bawah ini:

1.   Therapeutic Grade Essential oil (Grade A)

Pada tingkatan A ini, essential oil yang murni dibuat dari bahan alami yang berasal dari tanaman yang ditanam secara organik kemudian disuling pada suhu yang rendah. Proses pengolahan ditujukan untuk mengawetkan kinerja zat pada tumbuhan sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan. Pembuatan essential oil dengan tingkatan therapeutic memang 100% berasal dari bagian tumbuhan yang diperlukan misalnya, diambil kandungan eugenol yang terdapat pada bunga cengkeh. Batang dan daun sebenarnya juga mempunyai kandungan eugenol dan beraroma yang sama tetapi kandungan eugenolnya tidak sebanyak di bunga. Eugenol merupakan senyawa yang memberikan sifat antiseptik dan antiseptik pada minyak cengkeh sehingga membawa manfaat buat kesehatan.

https://core.ac.uk/download/pdf/84768686.pdf

 

2.   Food Grade (Grade B)

Essential oil grade ini bisa digunakan pula untuk keperluan pembuatan makanan. Namun, ada pula yang sudah diencerkan dengan minyak pembawa atau carrier oil, bahan sintetis atau bahan kimia. Bahkan, ada beberapa yang diberi bahan untuk meningkatkan rasa dan aroma untuk memperpanjang “masa hidup” minyak.


3.   Perfume Grade (Grade C)

Hampir sama dengan tingkatan food grade, perfume grade juga sudah dicampur dengan bahan-bahan lain termasuk carrier oil dan bahan kimia. Bahkan, konsentrasi bahan alaminya amat berkurang, mungkin hanya sekitar 50 persen. Hal ini dilakukan sebab demi mendongkrak produksi minyak. Prosuden perfume grade biasanya menggunakan pelarut seperti heksena untuk mendapatkan hasil minyak yang lebih tinggi. Minyak tingkatan ini juga dapat dicairkan dengan 80-95% alkohol.

 

4.   Floral Water (Grade D)

Floral water merupakan tingkatan terendah essential oil. Essential oil pada tingkatan ini biasanya merupakan hasil sampingan dari penyulingan grade A. Kualitas floral water ditentukan oleh bahan bakunya. Kita dapat menemukan floral water dalam sampo, sabun, maupun produk beraroma lainnya. Floral water lebih berfungsi memberikan wangi pada produk sehari-hari, bukan untuk diambil manfaatnya bagi tubuh. Hati-hati jika floral water dibuat dari bahan sintetis apalagi yang melebihi batas, maka dapat memberikan dampak negatif.

Jika ingin mengetahui kualitas essential oil tersebut murni atau tidak cukup sulit dilakukan. Essential oil yang berkualitas baik akan dikemas dalam botol kaca berwarna gelap dan ditutup rapat karena sifat essential oil yang mudah menguap. Lalu memiliki kemasan dengan label yang jelas di mana di dalamnya memuat informasi dasar tentang produk tersebut, seperti bahan utama yang digunakan disebutkan secara spesifik, proses pengolahan, hingga manfaat dan khasiatnya. Untuk memeriksa apakah sebuah essential oil tersebut murni atau palsu dapat dilakukan dengan menggunakan metode sederhana, yaitu meneteskan essential oil pada sehelai kertas putih yang bersih. Tunggulah beberapa saat dan perhatikan dengan seksama jejak yang ditinggalkan tetesan minyak tersebut pada kertas. Essential oil murni tidak akan meninggalkan bekas apapun karena sifatnya yang mudah menguap, sementara jika kertas bernoda dipastikan essential oil tersebut telah dicampur

Essential oil grade A (Therapeutic Grade) adalah satu-satunya essential oil yang benar-benar murni. Sedangkan essential oil yang lain ibarat kita membuat jus alpukat dengan memberikan air dan campuran lain misalnya susu kental manis lebih banyak daripada kandungan buahnya sehingga kita tidak mendapat manfaat sepenuhnya dari buah tersebut. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih essential oil yang akan masuk ke tubuh kita baik lewat indra penciuman, kulit, maupun makanan/minuman karena apapun yang masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi sistem emosi dan fisiologis tubuh.

 

 

 

Sumber:

https://www.arealfoodjourney.com/grades-of-essential-oils/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200915162649-260-546823/4-tingkatan-essential-oil-therapeutic-hingga-floral-water.

https://nature-essential.com/2020/09/07/279/

https://core.ac.uk/download/pdf/84768686.pdf

Kamis, 11 Mei 2023

Sejarah Essential Oil


Essential oil atau dikenal juga dengan istilah minyak atsiri merupakan hasil ekstraksi minyak dari tumbuhan. Produk ini yang umumnya didapatkan melalui proses distilasi yang berasal dari berbagai bagian dari tumbuhan, seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit dan sebagainya di mana di dalamnya memiliki banyak manfaat bagi tubuh makhluk hidup. Essential oil telah digunakan selama ribuan tahun sejak jaman Mesopotamia dan Mesir Kuno karena khasiatnya yang sangat bagus. Mereka adalah bangsa pertama yang mengembangkan teknik ekstraksi essential oil seperti myrrh, frankincense, lotus, cinnamon, rose, dan lainnya untuk digunakan dalam kosmetik, parfum, upacara spiritual, dan terapi. Bangsa Mesir Kuno memiliki rekaman resep, upacara, dan informasi penting yang terdapat di dalam buku Evers papyrus. Bukti dan catatan sejarah yang ditemukan di Mesir yang menunjukkan bahwa essential oil telah digunakan sejak 4500 SM.

Pada zaman keemasan Eropa periode perang Salib, para kesatria dan pasukan mereka menemukan metode penyulingan yang digunakan untuk mengekstrak essential oil ketika mereka berada di Timur Tengah. Mereka kemudian menyebarkan pengetahuan tersebut ke seluruh Eropa Barat. Hal ini dikarenakan mereka memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan tentang obat-obatan herbal yang mereka pelajari dari Timur Tengah. Essential oil yang biasanya digunakan untuk parfum dan upacara spiritual zaman itu seperti lavender, rose, frankincense, pine, rosemary, spearmint, marjoram, dan oregano.

Essential oil frankincense juga merupakan komoditas terbesar di Arab pada zaman keemasan Timur Tengah. Pada zaman keemasan Timur Tengah, hadir sosok Ali Ibnu Sina atau Avicena (980-1037 M), seorang anak ajaib dengan nama lengkap Ali Husain Ibnu Abdillah Ibnu Sina bergelar dokter di usia yang masih belia. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern”. Beliau menulis buku tentang 800 tanaman dan sifat-sifatnya, serta pengaruhnya terhadap tubuh manusia. Beliau juga disebut sebagai orang pertama yang menemukan metode penyulingan essential oil yang metodenya masih digunakan hingga sekarang.

      https://majalah.stfi.ac.id/ibnu-sina/

 

Saat ini produk Essential oil menjadi kembali dikenal setelah berbagai brand mengeluarkan beberapa varian. Salah satunya yaitu brand Young Living. Young Living berada di garis depan untuk membawa tradisi kuno ini ke penggunaan modern, memperkenalkan jutaan orang ke sesuatu yang didapat secara alami dari alam dan memiliki khasiat yang baik. Young Living didirikan dan dibuat oleh Gary Young pada tahun 1994 di Idaho, Amerika Serikat di mana saat ini Young Living berpusat di Lehi, negara bagian Utah, Amerika Serikat.

Young Living berdiri tahun 1994, berawal dari perkebunan pertama di St. Maries farm, Idaho. Sebuah lahan yang jauh dari polusi dan kontaminasi luar. Beliau tahu bahwa essential oil yang masih alami memiliki kemampuan untuk memberi hasil yang luar biasa, namun dia mendapatkan bahwa oil yang diubah secara kimiawi atau minyak tercemar yang ada di pasaran sering kali tidak efektif dan bahkan berbahaya. Young Living mengubah semuanya itu. Gary menetapkan standar yang kini dikenal dengan nama Seed to Seal. Seed to Seal adalah sebuah komitmen terhadap kualitas, di mana Young Living hanya akan menjual essential oil 100% murni dan alami untuk menjaga semua manfaat terbaiknya bahkan mulai dari benih dan tanahnya yang terjaga dari pengaruh kontaminasi zat-zat kimia. Sambil mengembangkan lebih banyak tanah pertanian milik Young Living sendiri di Utah dan Idaho, Gary mulai membudidayakan lavender, peppermint, melissa, clary sage, dan berbagai herba lainnya. Karena didorong oleh permintaan yang semakin tinggi akan essential oil, Young Living mendesain dan membangun tempat distilasi yang paling besar dan paling maju secara teknologi untuk produksi essential oil di Amerika Utara.

Bersambung…………

 

Sumber:

Zoom meeting Young Living Indonesia (YLID) 11 Mei 2023

https://www.youngliving.com/id_id/

https://majalah.stfi.ac.id/ibnu-sina/

Rabu, 10 Mei 2023

Aku dan Hujan

Sore itu, Tuhan mempertemukan aku dengan peristiwa presipitasi. Tuhan tau bahwa aku menantinya. Setelah sekian lama dilanda kering hingga terasa panas jiwa raga ini, Dia menghadirkan hujan intensitas yang luar biasa. Segera aku bergegas menyapanya, bersorak gembira.

“hai, hujan! Terimakasih sudah menyapaku, sampaikan terimakasih pula pada penciptamu.” Sapaku.

Seolah hujan menjawab dengan rintik yang lebih lembut membasahi seluruh tubuhku.

“hujan, apa kau tau yang ku alami selama kau tak ada? Aku merasakan panas yang amat luar biasa. Apalagi ada sosok yang hadir diperjalanan hidupku. Namun, dia hadir di saat yang tidak tepat membuatku harus rela melepaskan perasaan ini” kataku mengawali cerita.

Ya, selama ini memang hujan jadi temanku bercerita. Bagiku dia amat begitu pengertian mendengarkanku berkeluh kesah apapun. Dia membuat air mataku terkamuflase. Tidak ada yang tau jika aku bersedih, dan tidak ada yang tau jika aku begitu bahagia. Namun diperjumpaan ini, aku mengawalinya dengan tangis kerinduan. Aku begitu merindukan hujan. Sesak rasanya dada ini menyimpan semuanya sendiri.

Ketika aku akan memperkenalkan seseorang yang ada di pikiranku pada hujan, tiba-tiba pandanganku tertuju pada satu sosok. Ah, jadi aku tidak perlu menceritakan bagaimana sosoknya. Hujan dapat melihat sosok itu langsung. Ternyata dia juga hadir menyapa hujan.

“hujan, itulah dia. Yang selama ini menghantui pikiranku. Dari awal aku sudah tau tembok kami terlalu tinggi, tapi sapanya perhatiannya selalu terngiang. Dia terlalu baik, hujan, aku tak bisa mengendalikan perasaanku. Dia mengambil separuh hatiku. Padahal hatinya sudah penuh oleh cinta yang lain”, ceritaku sambil berurai air mata.

Aku kembali melanjutkan cerita dengan bersimpuh,”hujan andai engkau tau ketika kami bertatap, kami seolah mempunyai rasa yang sama, tapi seketika kami juga harus menepisnya. Pasti engkau akan tersenyum dan meledek aku ketika aku salah tingkah karena tiba-tiba ketauan saat menatapnya.”

“hujan, rasa ini begitu membahagiakan, membuatku semangat menjalani apa yang aku jalani sekarang. Tapi semakin lama aku berada di jalan ini aku juga tersiksa dengan perasaan yang tak kunjung mampu ku akhiri. Apakah aku harus tetap berdiri melalui jalan ini? Ataukah aku harus menuju jalan lain agar tak tampak sehelai rambutpun olehnya?”



Selasa, 09 Mei 2023

Nilai Pancasila dalam Ilmu Biologi

Januari 2023 merupakan tahun yang baru sekaligus tempat kerja baru bagi saya. Setelah sebelumnya selama beberapa tahun saya berkecimpung dalam dunia pendidikan di wilayah pesantren, di awal tahun ini saya dihadapkan pada pembelajaran di sekolah umum. Di sekolah baru yang merupakan sekolah penggerak ini saya menjadi lebih “melek” kurikulum. Saya belajar tentang konsep Kurikulum Merdeka. Salah satu kelebihan kurikulum ini adalah proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan proyek yang akan memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual. Hal ini penting mengingat tujuan dan visi misi pendidikan perlu dipahami dan diperhatikan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Adanya konsep merdeka belajar yang digagas Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) semakin memperkuat implentasi pengamalan nilai pancasila ke dalam semua aspek pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka, tujuan dan visi misi pendidikan diterjemahkan ke dalam profil pelajar pancasila. Terdapat enam aspek profil pelajar pancasila yang dirumuskan Kemendikbudristek yaitu: 1) Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, 2) Kreatif, 3) Gotong Royong, 4) Berkebhinekaan Global, 5) Bernalar Kritis, dan 6) Mandiri.

 


Implementasi pembelajaran yang mengarah kepada profil tersebut tentunya berpedoman pula pada nilai-nilai Pancasila. Saya sebagai guru biologi yang awalnya berpikir bahwa dunia sains jauh keterkaitannya dengan Pancasila, ternyata menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila ada di setiap mata pelajaran di sekolah, tidak hanya pelajaran PKN saja. Suasana yang saya hadapi dahulu dan sekarang amat berbeda. Sebelumnya saya mengajar siswa pesantren di mana dalam satu kelas berjenis kelamin sama dan beragama sama, di sekolah baru saya dihadapkan pada keanekaragaman. Tentunya pendekatannya juga harus berbeda. Masa adaptasi itu amat saya nikmati.

Semester ini di kelas 10 saya membahas bab keanekaragaman hayati. Bab yang relevan dengan apa yang saya alami, belajar tentang keberagaman. Dalam bahasan tersebut terdapat tingkat keanekaragaman makhluk hidup, diantaranya keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis/spesies, dan ekosistem. Teori terkait keanekaragaman ini saya coba hubungkan dengan kehidupan nyata mereka. Misalnya dua orang kembar identik sekalipun akan memiliki susunan genetik yang berbeda. Hal ini mengajarkan siswa bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis di dunia ini sekalipun itu orang kembar. Saya mengajak mereka untuk mengagungkan kebesaran Tuhan yang sanggup menciptakan keberagaman yang banyak dan luar biasa itu karena bagi saya ilmu biologi akan selalu erat kaitannya dengan Sang Pencipta. Bio artinya makhluk hidup. Jadi sepanjang saya mengajar biologi, saya menanamkan kecintaan siswa terhadap Tuhan beserta makhluk ciptaanNya sebagai wujud pengamalan nilai Pancasila sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Di akhir bab saya minta mereka untuk mengobservasi lingkungan sekitar tempat tinggal. Ada makhluk hidup apa saja yang membawa manfaat kebaikan bagi kehidupan mereka. Diharapkan dari tugas tersebut dapat menambah kemampuan berpikir kritis dan tingkat keimanan mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

          Dokumentasi Pribadi Tugas Identifikasi Flora Beserta Manfaatnya

Pada jenjang lain, di kelas 12 semester akhir dan di bab terakhir materi bioteknologi, siswa saya ajak untuk berekplorasi. Mereka yang awalnya berpikir bahwa bioteknologi itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang industri, menjadi sadar bahwa ternyata mereka sendiri bisa membuatnya. Tema bioteknologi yang saya ambil adalah bioteknologi konvensional. Mereka saya beri pilihan membuat produk bioteknologi konvensional. Mengapa saya beri pilihan? Agar mereka dapat menentukan tingkat kesanggupan mereka sendiri. Mereka akan diskusi dengan kelompoknya untuk menentukan produk apa yang akan kelompok mereka buat. Dari aktivitas sederhana ini, mereka dapat mengamalkan sila “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan”. Makna sila keempat erat kaitannya dengan musyawarah dan mufakat. Bermusyawarah dalam pengambilan keputusan menunjukkan bahwa keputusan yang diambil harus didasarkan pada kesepakatan bersama. Langkah ini menjadi sangat penting sebagai metode pengambilan keputusan yang efektif. Budaya musyawarah terdengar sederhana dan familiar di telinga, tetapi ternyata di lapangan budaya ini perlu selalu ditanamkan dengan baik karena di jaman sosial media sekarang ini banyak orang sanggup berargumen namun cara penyampaiannya kurang baik serta egosentrisnya masih tinggi.

Setelah mereka menentukan produk, mereka sendiri pula yang menentukan langkah kerja dalam pembuatan produk. Tujuan dari pembebasan ini adalah agar mereka bertanggung jawab atas pilihan yang sudah mereka ambil. Kemudian mereka akan menentukan sendiri pembagian tugas masing-masing anggota. Pemberian tugas ini tentunya didasarkan pada kesanggupan anggota. Selama proses pembuatan produk ini, mereka dituntut untuk selalu saling tolong menolong, saling kerjasama (pengamalan sila kedua) menjaga kekompakan dan satu suara. Saya salut ada kelas yang benar-benar kompak, walaupun berbeda kelompok tapi mereka saling membantu kelompok yang saat itu lambat kerjanya akibat ada beberapa kesalahan teknis. Keguyupan itu membuat hati saya sebagai seorang guru amat bahagia. Anak seusia mereka yang biasanya bersaing untuk mendapatkan terbaik tanpa peduli kanan kirinya, malah berbaur saling tolong menolong walaupun beda kelompok. Pengamalan sila ketiga “Persatuan Indonesia” terwujud saat proses praktik tersebut sehingga membuat praktik yang dijalani menjadi lebih ringan dan dapat berjalan lancar tanpa membedakan latar belakang masing-masing.



      Dokumentasi Pribadi Saat Praktik Produk Bioteknologi Konvensional

 

Dari kegiatan pembelajaran sederhana, saya dan siswa sama-sama belajar penerapan konsep kurikulum merdeka serta sama-sama berusaha mewujudkan visi misi pendidikan yang melahirkan profil pelajar Pancasila. Diharapkan generasi masa kini menjadi lebih beriman, kreatif, kritis, serta bertanggung jawab di tengah gencarnya demokrasi di sosial media. Pengamalan Pancasila yang selalu digaungkan dan diaplikasikan dapat menjadi bekal siswa memiliki akhlak yang baik serta mampu terjun di lingkungan masyarakat.

Minggu, 07 Mei 2023

Virus Bullying

Akhir-akhir ini bullying sudah menyebar seperti virus. Ditambah lagi adanya peran sosial media, menambah semarak viral kasus-kasus bullying. Menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak bullying adalah kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan orang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri. Bullying merupakan tindakan menyimpang yang dapat membuat seseorang takut, tidak bahagia, bahkan terancam.

Salah satu faktor munculnya tindakan bullying ini disebabkan karena anak-anak penuh dengan energi serta dinamika. Kalau energi ini tidak disalurkan melalui hal-hal yang positif, mereka dapat menyalurkan energi itu kepada aktivitas-aktivitas negatif misalnya bullying.

Indikator terjadinya bullying:

1.      Perilaku agresif

2.      Relasi yang timpang

3.      Keadaan yang berulang

4.      Paksaan yang menimbulkan ketidaknyamanan/rasa sakit atau cedera

Bentuk-bentuk bullying antara lain:

Ø  Verbal: Membentak, berteriak, memaki, menghina, meledek, mencela, mempermalukan, dll

Ø  Fisik: Menampar, mendorong, mencubit, menjambak, menendang, meninju, dll

Ø  Sosial: Mengucilkan, membeda-bedakan, mendiamkan, dll

Ø Perundungan di dunia maya (Cyber Bullying): tindakan menyakiti, mengintimidasi, mengancam, mengucilkan seseorang melalui internet,jejaring sosial, mobile phone, atau teknologi digital

Menurut data KPAI pada tahun 2021 tercatat terjadi 53 kasus anak korban bullying di lingkungan sekolah dan 168 kasus bullying di dunia maya, sedangkan Januari hingga Oktober 2022, kasus bullying di sekolah meningkat menjadi 81 kasus. Sebaliknya, kasus bullying di dunia maya menurun menjadi 18 kasus.  

Berdasarkan data tersebut ternyata bullying di dunia maya terjadi lebih banyak ketika kasus Corona meningkat. Pembelajaran banyak dilakukan secara daring dan siswa lebih dominan interaksinya dengan gawai. Ketika pembelajaran mulai dilakukan secara tatap muka, kasus bullying di sekolah menjadi meningkat dan kasus di dunia maya menjadi menurun. 

Apakah dapat disimpulkan bahwa sekolah menjadi tempat paling rawan terjadinya bullying?

Pengalaman bersekolah, berteman, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar meninggalkan riwayat memori yang dapat mempengaruhi dinamika emosi. Anak-anak mendengar, melihat, dan merasakan banyak hal dalam interaksi sosial. Bullying di sekolah atau lingkungan merupakan salah satu pemicu munculnya dinamika emosi negatif pada anak. Oleh karena itu, sekolah bekerja sama dengan orang tua harus memperhatikan apa saja yang didengar anak kita, apa saja yang dilihat anak kita, dan apa saja yang dirasakan. Orang tua dan pendidik diharapkan mampu menjaga anak didiknya dari paparan negatif yang bisa menjadi "riwayat negatif" untuk anak. Anak-anak harus mendapat sentuhan, pembiasaan, ketegasan, dan konsistensi di rumah dan di sekolah, agar sikapnya dalam mengelola dinamika emosi dapat terbentuk. Adab dan etika dalam bersosialisasi harus dilatihkan di rumah juga di sekolah agar fitrah sosiabilitasnya berkembang secara seimbang.

Sekolah memang menjadi tempat di mana sebagian besar anak-anak menghabiskan waktu di jam produktifnya. Namun, di zaman milenial seperti ini, anak-anak sepertinya tidak dapat lepas dari gawainya. interaksi mereka tidak hanya terjadi secara tatap muka, tetapi juga dilakukan lewat sosial media. Sekolah bahkan orang tua memang tidak dapat mengotrol penuh atas penggunaan gawai. Akan tetapi, berbagai pihak terkait dapat melakukan upaya pencegahan atau meminimalisir adanya kasus bullying. Jika dilakukan upaya deteksi dini dengan cara memperkuat tri pusat pendidikan, yakni sekolah, orang tua dan masyarakat, maka kasus bullying bisa diantisipasi lebih awal.

Pemerintah tentunya juga dapat ikut berperan dalam upaya pencegahan bullying ini. Melalui Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), pemerintah menggaungkan kurikulum merdeka. Kemdikbudristek telah menerbitkan beberapa aturan dan kebijakan tentang pencegahan bullying di sekolah, kebijakan profil Pelajar Pencasila, serta implementasi kurikulum merdeka sebagai upaya menciptakan suasana pembelajaran yang aman, sehat, dan menyenangkan di sekolah. Kurikulum tersebut diharapkan mampu menjadi jalan agar pendidik lebih mengenal anak didiknya. 

Dalam Profil Pelajar Pancasila dapat diintegrasikan dengan materi anti bullying. Terdapat 6 elemen karakter yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila, yakni berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

Untuk mencegah dan menanggulangi kasus-kasus bullying tersebut juga diperlukan adanya sosialisasi Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulan Tindak kekerasan di Satuan Pendidikan. Selain itu perlu dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kepala sekolah dan guru yang bersangkutan tentang implementasi aturan tersebut, seperti membentuk satgas anti kekerasan, membangun sistem pengaduan, membuat SOP pencegahan dan SOP penanggulangan dalam penanganan tindak kekerasan yang terjadi di satuan Pendidikan.