Minggu, 14 Mei 2023

Kenapa Harus 1 Mei?

Bulan  Mei  dari tahun  ke  tahun  diawali  dengan  peringatan  hari  buruh . Buruh menurut kamus bahasa Indonesia adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Tahun ini merupakan tahun pertama Bima diikutsertakan dalam aksi Hari Buruh 1 Mei.

Pak Jaya : “Bima, tolong besok disiapkan peralatan yang diperlukan untuk aksi kita besok ya?”

Bima : “siap, Pak, saya sudah menyiapkan peralatannya siang tadi.”

Walaupun Bima sudah terlihat siap dengan semua peralatan untuk besok, sebenarnya hatinya masih belum siap. Masih ada pertanyaan yang belum dia temukan.

“Kenapa harus ada aksi ini? Kenapa harus 1 Mei? Apa tidak lebih baik bekerja saja, lebih bermanfaat waktuku”, gumam Bima dalam hati.

“Hei Bima! Kenapa kamu melamun? Apa yang kamu pikirkan?” , sapa Sinta yang berjalan pulang melewati Bima.

“Eh hai Sinta. Hehehe, bukan apa-apa, cuma ada rasa malas saja karena besok aku diikutkan dalam aksi May Day”, jawab Bima yang tersadar dari lamunannya.

“Kenapa malas? Bukannya enak libur kerja? Hahaha”,Tanya Sinta.

“Sejujurnya aku malas mengikuti aksi besok. Jiwa ragaku belum ada feel untuk ikut acara itu, mending aku kerja daripada ikut aksi yang aku tidak tahu untuk apa”, jawab Bima

“Wajar, kamu kan baru pertama kali menjadi pekerja di sini. Di sini memang sudah jadi tradisi perayaan May Day walaupun tidak ada tuntutan yang berarti karena memang perusahaan kita aman-aman saja”, kata Sinta memaklumi.

“Memangnya kamu pernah ikut aksi ini, Sin?”, tanya Bima penasaran.

“Pernah dong. Dulu awalnya aku juga merasa sepertimu Bim. Cuma bedanya dulu aku kepo sama sejarahnya kemudian aku cari tau ceritanya.”

“Wah aku jadi kepo, ceritakan ke aku dong sambil kita ngopi, mau?” ajak Bima.

“Baiklah, ayo!”

Ternyata gayung bersambut, pertanyaan yang diajukan Bima dalam lamunannya akan dijawab oleh Sinta. 

“Mas, pesan pisang coklat 1, kentang goreng 1, dan minumnya jus apel 2 ya,” Bima memesankan camilan dan minuman untuk dia dan Sinta. Kemudian dia bergegas bertanya kepada Sinta sejarah May Day, “Gimana sih Sin sejarahnya? Sejak kapan hari buruh harus diperingati?”

Sinta mencoba menjelaskan sambil memperbaiki posisi duduknya. “Begini Bim, pada jaman penjajahan Belanda, buruh adalah orang-orang pekerja kasar seperti kuli, tukang, dan lain-lain. Di Amerika Serikat, May Day dikenal sebagai Hari Pekerja Internasional untuk merayakan hak-hak buruh dan delapan jam kerja sehari. Saat itu, kondisi kerja di Amerika Serikat sangat buruk, terutama di sektor industri. Pekerja diharuskan bekerja 16 jam per hari dengan gaji yang sangat rendah. Para pekerja juga bekerja tanpa jaminan kesehatan dan keselamatan kerja yang memadai. Pada tahun 1886, mulailah sebuah gerakan pekerja berkembang di Amerika Serikat yang memperjuangkan hak-hak pekerja. Sejarah Hari Buruh berlanjut pada tahun 1889, sebuah konferensi internasional di Paris diadakan untuk memperingati perjuangan para pekerja dan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja. Konferensi tersebut menyerukan peringatan internasional setiap tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional.”

“Kalau kondisi di Indonesia sendiri bagaimana, Sin? Kenapa harus ada peringatan juga?”

Sinta mencoba menjelaskan kembali apa yang pernah disampaikan seniornya dulu. “Di Indonesia, May Day sudah diperingati sejak tahun 1920 silam. Namun, ketika masa pemerintahan Presiden Soeharto, hari Buruh tersebut tidak lagi diperingati di Indonesia. Sejak saat itu, 1 Mei tidak dijadikan hari libur nasional. Setelah era Orde Baru berakhir, meskipun bukan hari libur, setiap tanggal 1 Mei kembali dirayakan oleh buruh di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Hari Buruh ditetapkan sebagai hari libur nasional hingga saat ini.”

Bima menghela nafas mendengar penjelasan Sinta yang luar biasa. Kemudian dia teringat berita di televisi yang dia tonton semalam. “Sin, sebenarnya aku sedikit takut dengan Indonesia tahun 2024, perkembangan dunia digital dari tahun ke tahun sangat cepat. Apakah itu tidak akan menggerus peran manusia sebagai pekerja secara fisik?” 

Sinta tersenyum mendengar pertanyaan Bima, kemudian dia menjawabnya dengan santai karena hal ini sudah pernah terpikir olehnya dan pernah pula dibahas dengan pimpinan perusahaan. “begini Bima, perkembangan zaman yang sangat pesat tantangan buruh pun berubah mengikuti zamannya. Era yang disebut saat ini adalah era transformasi digital atau Revolusi 4.0. Kemajuan teknologi di era ini menjadi salah satu mega tren yang berpotensi mengubah kondisi dalam suatu pekerjaan. Cara kerja seperti ini dapat membuat adanya pergeseran peran manusia untuk mengoperasikan suatu pekerjaan. Di satu sisi memang kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) di sektor industri merupakan sebuah perkembangan IPTEK yang tidak dapat dibendung. Namun tidak dapat dimungkiri pula bahwa revolusi industri ini justru menjadi ancaman pada aspek ketenagakerjaan misalnya dengan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran sehingga pengangguran massal di masa depan tidak akan terbendung pula. Itulah sebabnya perusahaan kita mencoba mengantisipasinya dengan turut serta dalam berbagai pelatihan yang diadakan pemerintah. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kebutuhan tenaga kerja industri menuju Indonesia 2024 mendatang diperkirakan sebanyak 20,2 juta orang. Adapun kebutuhan tenaga kerja ke depan akan mengarah pada pekerja yang memiliki skill khusus sesuai perkembangan teknologi. Agar tenaga kerja industri di Indonesia memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, Kemenperin setiap tahun aktif menyiapkan infrastruktur kompetensi SDM Industri. Salah satunya, melalui pengembangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Jadi, kita sebagai pekerja juga harus punya kompetensi yang juga harus selalu dikembangkan dan ditingkatkan.”

 

“Sin, jadi besok adalah hari di mana para perkerja itu memperjuangkan haknya dan mengingatkan kepada perusahaan tentang keadaan sekarang ini?”

“Iya, Bim. Para pekerja membuat aksi agar perusahaan tidak begitu saja melupakan mereka di tengah era digital saat ini.”

Penjelasan dari Sinta merasuk ke jiwa Bima dan memantapkannya untuk ikut peringatan May Day besok.

 

 

 


Sabtu, 13 Mei 2023

Essential Oil ada grade-nya?

Sejak pandemi tahun 2020, berbagai merk minyak atsiri atau essential oil makin banyak bermunculan di masyarakat. Essential oil menjadi sangat populer karena dipercaya dan sudah dibuktikan memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa manusia. Kita dapat memilih aroma yang disesuaikan dengan keinginan maupun kondisi tubuh, semisal saat stress kita memilih lavender untuk relaksasi, saat merasa sesak bisa memilih aroma peppermint untuk memberi rasa lebih plong atau untuk menaikkan mood dan lebih bersemangat dapat menghirup aroma citrus.

Segala manfaat dan penawaran menarik dari tiap merk essential oil begitu menggiurkan. Namun, kita harus teliti sebelum membeli, sebab tidak semua essential oil yang dijual memiliki kualitas baik dan memang berfungsi sebagai mana mestinya.


Gambar di atas menunjukkan grade essential oil yang ada di pasaran. Mungkin ada bertanya-tanya alasan mengapa harga essential oil berbeda-beda di pasaran?

Untuk lebih memahami hal ini, mari kita simak penjelasan di bawah ini:

1.   Therapeutic Grade Essential oil (Grade A)

Pada tingkatan A ini, essential oil yang murni dibuat dari bahan alami yang berasal dari tanaman yang ditanam secara organik kemudian disuling pada suhu yang rendah. Proses pengolahan ditujukan untuk mengawetkan kinerja zat pada tumbuhan sehingga bisa dimanfaatkan untuk keperluan kesehatan. Pembuatan essential oil dengan tingkatan therapeutic memang 100% berasal dari bagian tumbuhan yang diperlukan misalnya, diambil kandungan eugenol yang terdapat pada bunga cengkeh. Batang dan daun sebenarnya juga mempunyai kandungan eugenol dan beraroma yang sama tetapi kandungan eugenolnya tidak sebanyak di bunga. Eugenol merupakan senyawa yang memberikan sifat antiseptik dan antiseptik pada minyak cengkeh sehingga membawa manfaat buat kesehatan.

https://core.ac.uk/download/pdf/84768686.pdf

 

2.   Food Grade (Grade B)

Essential oil grade ini bisa digunakan pula untuk keperluan pembuatan makanan. Namun, ada pula yang sudah diencerkan dengan minyak pembawa atau carrier oil, bahan sintetis atau bahan kimia. Bahkan, ada beberapa yang diberi bahan untuk meningkatkan rasa dan aroma untuk memperpanjang “masa hidup” minyak.


3.   Perfume Grade (Grade C)

Hampir sama dengan tingkatan food grade, perfume grade juga sudah dicampur dengan bahan-bahan lain termasuk carrier oil dan bahan kimia. Bahkan, konsentrasi bahan alaminya amat berkurang, mungkin hanya sekitar 50 persen. Hal ini dilakukan sebab demi mendongkrak produksi minyak. Prosuden perfume grade biasanya menggunakan pelarut seperti heksena untuk mendapatkan hasil minyak yang lebih tinggi. Minyak tingkatan ini juga dapat dicairkan dengan 80-95% alkohol.

 

4.   Floral Water (Grade D)

Floral water merupakan tingkatan terendah essential oil. Essential oil pada tingkatan ini biasanya merupakan hasil sampingan dari penyulingan grade A. Kualitas floral water ditentukan oleh bahan bakunya. Kita dapat menemukan floral water dalam sampo, sabun, maupun produk beraroma lainnya. Floral water lebih berfungsi memberikan wangi pada produk sehari-hari, bukan untuk diambil manfaatnya bagi tubuh. Hati-hati jika floral water dibuat dari bahan sintetis apalagi yang melebihi batas, maka dapat memberikan dampak negatif.

Jika ingin mengetahui kualitas essential oil tersebut murni atau tidak cukup sulit dilakukan. Essential oil yang berkualitas baik akan dikemas dalam botol kaca berwarna gelap dan ditutup rapat karena sifat essential oil yang mudah menguap. Lalu memiliki kemasan dengan label yang jelas di mana di dalamnya memuat informasi dasar tentang produk tersebut, seperti bahan utama yang digunakan disebutkan secara spesifik, proses pengolahan, hingga manfaat dan khasiatnya. Untuk memeriksa apakah sebuah essential oil tersebut murni atau palsu dapat dilakukan dengan menggunakan metode sederhana, yaitu meneteskan essential oil pada sehelai kertas putih yang bersih. Tunggulah beberapa saat dan perhatikan dengan seksama jejak yang ditinggalkan tetesan minyak tersebut pada kertas. Essential oil murni tidak akan meninggalkan bekas apapun karena sifatnya yang mudah menguap, sementara jika kertas bernoda dipastikan essential oil tersebut telah dicampur

Essential oil grade A (Therapeutic Grade) adalah satu-satunya essential oil yang benar-benar murni. Sedangkan essential oil yang lain ibarat kita membuat jus alpukat dengan memberikan air dan campuran lain misalnya susu kental manis lebih banyak daripada kandungan buahnya sehingga kita tidak mendapat manfaat sepenuhnya dari buah tersebut. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih essential oil yang akan masuk ke tubuh kita baik lewat indra penciuman, kulit, maupun makanan/minuman karena apapun yang masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi sistem emosi dan fisiologis tubuh.

 

 

 

Sumber:

https://www.arealfoodjourney.com/grades-of-essential-oils/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200915162649-260-546823/4-tingkatan-essential-oil-therapeutic-hingga-floral-water.

https://nature-essential.com/2020/09/07/279/

https://core.ac.uk/download/pdf/84768686.pdf

Kamis, 11 Mei 2023

Sejarah Essential Oil


Essential oil atau dikenal juga dengan istilah minyak atsiri merupakan hasil ekstraksi minyak dari tumbuhan. Produk ini yang umumnya didapatkan melalui proses distilasi yang berasal dari berbagai bagian dari tumbuhan, seperti batang, daun, bunga, buah, biji, kulit dan sebagainya di mana di dalamnya memiliki banyak manfaat bagi tubuh makhluk hidup. Essential oil telah digunakan selama ribuan tahun sejak jaman Mesopotamia dan Mesir Kuno karena khasiatnya yang sangat bagus. Mereka adalah bangsa pertama yang mengembangkan teknik ekstraksi essential oil seperti myrrh, frankincense, lotus, cinnamon, rose, dan lainnya untuk digunakan dalam kosmetik, parfum, upacara spiritual, dan terapi. Bangsa Mesir Kuno memiliki rekaman resep, upacara, dan informasi penting yang terdapat di dalam buku Evers papyrus. Bukti dan catatan sejarah yang ditemukan di Mesir yang menunjukkan bahwa essential oil telah digunakan sejak 4500 SM.

Pada zaman keemasan Eropa periode perang Salib, para kesatria dan pasukan mereka menemukan metode penyulingan yang digunakan untuk mengekstrak essential oil ketika mereka berada di Timur Tengah. Mereka kemudian menyebarkan pengetahuan tersebut ke seluruh Eropa Barat. Hal ini dikarenakan mereka memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pengetahuan tentang obat-obatan herbal yang mereka pelajari dari Timur Tengah. Essential oil yang biasanya digunakan untuk parfum dan upacara spiritual zaman itu seperti lavender, rose, frankincense, pine, rosemary, spearmint, marjoram, dan oregano.

Essential oil frankincense juga merupakan komoditas terbesar di Arab pada zaman keemasan Timur Tengah. Pada zaman keemasan Timur Tengah, hadir sosok Ali Ibnu Sina atau Avicena (980-1037 M), seorang anak ajaib dengan nama lengkap Ali Husain Ibnu Abdillah Ibnu Sina bergelar dokter di usia yang masih belia. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern”. Beliau menulis buku tentang 800 tanaman dan sifat-sifatnya, serta pengaruhnya terhadap tubuh manusia. Beliau juga disebut sebagai orang pertama yang menemukan metode penyulingan essential oil yang metodenya masih digunakan hingga sekarang.

      https://majalah.stfi.ac.id/ibnu-sina/

 

Saat ini produk Essential oil menjadi kembali dikenal setelah berbagai brand mengeluarkan beberapa varian. Salah satunya yaitu brand Young Living. Young Living berada di garis depan untuk membawa tradisi kuno ini ke penggunaan modern, memperkenalkan jutaan orang ke sesuatu yang didapat secara alami dari alam dan memiliki khasiat yang baik. Young Living didirikan dan dibuat oleh Gary Young pada tahun 1994 di Idaho, Amerika Serikat di mana saat ini Young Living berpusat di Lehi, negara bagian Utah, Amerika Serikat.

Young Living berdiri tahun 1994, berawal dari perkebunan pertama di St. Maries farm, Idaho. Sebuah lahan yang jauh dari polusi dan kontaminasi luar. Beliau tahu bahwa essential oil yang masih alami memiliki kemampuan untuk memberi hasil yang luar biasa, namun dia mendapatkan bahwa oil yang diubah secara kimiawi atau minyak tercemar yang ada di pasaran sering kali tidak efektif dan bahkan berbahaya. Young Living mengubah semuanya itu. Gary menetapkan standar yang kini dikenal dengan nama Seed to Seal. Seed to Seal adalah sebuah komitmen terhadap kualitas, di mana Young Living hanya akan menjual essential oil 100% murni dan alami untuk menjaga semua manfaat terbaiknya bahkan mulai dari benih dan tanahnya yang terjaga dari pengaruh kontaminasi zat-zat kimia. Sambil mengembangkan lebih banyak tanah pertanian milik Young Living sendiri di Utah dan Idaho, Gary mulai membudidayakan lavender, peppermint, melissa, clary sage, dan berbagai herba lainnya. Karena didorong oleh permintaan yang semakin tinggi akan essential oil, Young Living mendesain dan membangun tempat distilasi yang paling besar dan paling maju secara teknologi untuk produksi essential oil di Amerika Utara.

Bersambung…………

 

Sumber:

Zoom meeting Young Living Indonesia (YLID) 11 Mei 2023

https://www.youngliving.com/id_id/

https://majalah.stfi.ac.id/ibnu-sina/

Rabu, 10 Mei 2023

Aku dan Hujan

Sore itu, Tuhan mempertemukan aku dengan peristiwa presipitasi. Tuhan tau bahwa aku menantinya. Setelah sekian lama dilanda kering hingga terasa panas jiwa raga ini, Dia menghadirkan hujan intensitas yang luar biasa. Segera aku bergegas menyapanya, bersorak gembira.

“hai, hujan! Terimakasih sudah menyapaku, sampaikan terimakasih pula pada penciptamu.” Sapaku.

Seolah hujan menjawab dengan rintik yang lebih lembut membasahi seluruh tubuhku.

“hujan, apa kau tau yang ku alami selama kau tak ada? Aku merasakan panas yang amat luar biasa. Apalagi ada sosok yang hadir diperjalanan hidupku. Namun, dia hadir di saat yang tidak tepat membuatku harus rela melepaskan perasaan ini” kataku mengawali cerita.

Ya, selama ini memang hujan jadi temanku bercerita. Bagiku dia amat begitu pengertian mendengarkanku berkeluh kesah apapun. Dia membuat air mataku terkamuflase. Tidak ada yang tau jika aku bersedih, dan tidak ada yang tau jika aku begitu bahagia. Namun diperjumpaan ini, aku mengawalinya dengan tangis kerinduan. Aku begitu merindukan hujan. Sesak rasanya dada ini menyimpan semuanya sendiri.

Ketika aku akan memperkenalkan seseorang yang ada di pikiranku pada hujan, tiba-tiba pandanganku tertuju pada satu sosok. Ah, jadi aku tidak perlu menceritakan bagaimana sosoknya. Hujan dapat melihat sosok itu langsung. Ternyata dia juga hadir menyapa hujan.

“hujan, itulah dia. Yang selama ini menghantui pikiranku. Dari awal aku sudah tau tembok kami terlalu tinggi, tapi sapanya perhatiannya selalu terngiang. Dia terlalu baik, hujan, aku tak bisa mengendalikan perasaanku. Dia mengambil separuh hatiku. Padahal hatinya sudah penuh oleh cinta yang lain”, ceritaku sambil berurai air mata.

Aku kembali melanjutkan cerita dengan bersimpuh,”hujan andai engkau tau ketika kami bertatap, kami seolah mempunyai rasa yang sama, tapi seketika kami juga harus menepisnya. Pasti engkau akan tersenyum dan meledek aku ketika aku salah tingkah karena tiba-tiba ketauan saat menatapnya.”

“hujan, rasa ini begitu membahagiakan, membuatku semangat menjalani apa yang aku jalani sekarang. Tapi semakin lama aku berada di jalan ini aku juga tersiksa dengan perasaan yang tak kunjung mampu ku akhiri. Apakah aku harus tetap berdiri melalui jalan ini? Ataukah aku harus menuju jalan lain agar tak tampak sehelai rambutpun olehnya?”



Selasa, 09 Mei 2023

Nilai Pancasila dalam Ilmu Biologi

Januari 2023 merupakan tahun yang baru sekaligus tempat kerja baru bagi saya. Setelah sebelumnya selama beberapa tahun saya berkecimpung dalam dunia pendidikan di wilayah pesantren, di awal tahun ini saya dihadapkan pada pembelajaran di sekolah umum. Di sekolah baru yang merupakan sekolah penggerak ini saya menjadi lebih “melek” kurikulum. Saya belajar tentang konsep Kurikulum Merdeka. Salah satu kelebihan kurikulum ini adalah proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan proyek yang akan memberikan kesempatan lebih luas kepada siswa untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual. Hal ini penting mengingat tujuan dan visi misi pendidikan perlu dipahami dan diperhatikan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Adanya konsep merdeka belajar yang digagas Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) semakin memperkuat implentasi pengamalan nilai pancasila ke dalam semua aspek pembelajaran. Dalam kurikulum merdeka, tujuan dan visi misi pendidikan diterjemahkan ke dalam profil pelajar pancasila. Terdapat enam aspek profil pelajar pancasila yang dirumuskan Kemendikbudristek yaitu: 1) Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, 2) Kreatif, 3) Gotong Royong, 4) Berkebhinekaan Global, 5) Bernalar Kritis, dan 6) Mandiri.

 


Implementasi pembelajaran yang mengarah kepada profil tersebut tentunya berpedoman pula pada nilai-nilai Pancasila. Saya sebagai guru biologi yang awalnya berpikir bahwa dunia sains jauh keterkaitannya dengan Pancasila, ternyata menyadari bahwa nilai-nilai Pancasila ada di setiap mata pelajaran di sekolah, tidak hanya pelajaran PKN saja. Suasana yang saya hadapi dahulu dan sekarang amat berbeda. Sebelumnya saya mengajar siswa pesantren di mana dalam satu kelas berjenis kelamin sama dan beragama sama, di sekolah baru saya dihadapkan pada keanekaragaman. Tentunya pendekatannya juga harus berbeda. Masa adaptasi itu amat saya nikmati.

Semester ini di kelas 10 saya membahas bab keanekaragaman hayati. Bab yang relevan dengan apa yang saya alami, belajar tentang keberagaman. Dalam bahasan tersebut terdapat tingkat keanekaragaman makhluk hidup, diantaranya keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis/spesies, dan ekosistem. Teori terkait keanekaragaman ini saya coba hubungkan dengan kehidupan nyata mereka. Misalnya dua orang kembar identik sekalipun akan memiliki susunan genetik yang berbeda. Hal ini mengajarkan siswa bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis di dunia ini sekalipun itu orang kembar. Saya mengajak mereka untuk mengagungkan kebesaran Tuhan yang sanggup menciptakan keberagaman yang banyak dan luar biasa itu karena bagi saya ilmu biologi akan selalu erat kaitannya dengan Sang Pencipta. Bio artinya makhluk hidup. Jadi sepanjang saya mengajar biologi, saya menanamkan kecintaan siswa terhadap Tuhan beserta makhluk ciptaanNya sebagai wujud pengamalan nilai Pancasila sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Di akhir bab saya minta mereka untuk mengobservasi lingkungan sekitar tempat tinggal. Ada makhluk hidup apa saja yang membawa manfaat kebaikan bagi kehidupan mereka. Diharapkan dari tugas tersebut dapat menambah kemampuan berpikir kritis dan tingkat keimanan mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

          Dokumentasi Pribadi Tugas Identifikasi Flora Beserta Manfaatnya

Pada jenjang lain, di kelas 12 semester akhir dan di bab terakhir materi bioteknologi, siswa saya ajak untuk berekplorasi. Mereka yang awalnya berpikir bahwa bioteknologi itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang industri, menjadi sadar bahwa ternyata mereka sendiri bisa membuatnya. Tema bioteknologi yang saya ambil adalah bioteknologi konvensional. Mereka saya beri pilihan membuat produk bioteknologi konvensional. Mengapa saya beri pilihan? Agar mereka dapat menentukan tingkat kesanggupan mereka sendiri. Mereka akan diskusi dengan kelompoknya untuk menentukan produk apa yang akan kelompok mereka buat. Dari aktivitas sederhana ini, mereka dapat mengamalkan sila “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan”. Makna sila keempat erat kaitannya dengan musyawarah dan mufakat. Bermusyawarah dalam pengambilan keputusan menunjukkan bahwa keputusan yang diambil harus didasarkan pada kesepakatan bersama. Langkah ini menjadi sangat penting sebagai metode pengambilan keputusan yang efektif. Budaya musyawarah terdengar sederhana dan familiar di telinga, tetapi ternyata di lapangan budaya ini perlu selalu ditanamkan dengan baik karena di jaman sosial media sekarang ini banyak orang sanggup berargumen namun cara penyampaiannya kurang baik serta egosentrisnya masih tinggi.

Setelah mereka menentukan produk, mereka sendiri pula yang menentukan langkah kerja dalam pembuatan produk. Tujuan dari pembebasan ini adalah agar mereka bertanggung jawab atas pilihan yang sudah mereka ambil. Kemudian mereka akan menentukan sendiri pembagian tugas masing-masing anggota. Pemberian tugas ini tentunya didasarkan pada kesanggupan anggota. Selama proses pembuatan produk ini, mereka dituntut untuk selalu saling tolong menolong, saling kerjasama (pengamalan sila kedua) menjaga kekompakan dan satu suara. Saya salut ada kelas yang benar-benar kompak, walaupun berbeda kelompok tapi mereka saling membantu kelompok yang saat itu lambat kerjanya akibat ada beberapa kesalahan teknis. Keguyupan itu membuat hati saya sebagai seorang guru amat bahagia. Anak seusia mereka yang biasanya bersaing untuk mendapatkan terbaik tanpa peduli kanan kirinya, malah berbaur saling tolong menolong walaupun beda kelompok. Pengamalan sila ketiga “Persatuan Indonesia” terwujud saat proses praktik tersebut sehingga membuat praktik yang dijalani menjadi lebih ringan dan dapat berjalan lancar tanpa membedakan latar belakang masing-masing.



      Dokumentasi Pribadi Saat Praktik Produk Bioteknologi Konvensional

 

Dari kegiatan pembelajaran sederhana, saya dan siswa sama-sama belajar penerapan konsep kurikulum merdeka serta sama-sama berusaha mewujudkan visi misi pendidikan yang melahirkan profil pelajar Pancasila. Diharapkan generasi masa kini menjadi lebih beriman, kreatif, kritis, serta bertanggung jawab di tengah gencarnya demokrasi di sosial media. Pengamalan Pancasila yang selalu digaungkan dan diaplikasikan dapat menjadi bekal siswa memiliki akhlak yang baik serta mampu terjun di lingkungan masyarakat.

Minggu, 07 Mei 2023

Virus Bullying

Akhir-akhir ini bullying sudah menyebar seperti virus. Ditambah lagi adanya peran sosial media, menambah semarak viral kasus-kasus bullying. Menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak bullying adalah kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan orang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri. Bullying merupakan tindakan menyimpang yang dapat membuat seseorang takut, tidak bahagia, bahkan terancam.

Salah satu faktor munculnya tindakan bullying ini disebabkan karena anak-anak penuh dengan energi serta dinamika. Kalau energi ini tidak disalurkan melalui hal-hal yang positif, mereka dapat menyalurkan energi itu kepada aktivitas-aktivitas negatif misalnya bullying.

Indikator terjadinya bullying:

1.      Perilaku agresif

2.      Relasi yang timpang

3.      Keadaan yang berulang

4.      Paksaan yang menimbulkan ketidaknyamanan/rasa sakit atau cedera

Bentuk-bentuk bullying antara lain:

Ø  Verbal: Membentak, berteriak, memaki, menghina, meledek, mencela, mempermalukan, dll

Ø  Fisik: Menampar, mendorong, mencubit, menjambak, menendang, meninju, dll

Ø  Sosial: Mengucilkan, membeda-bedakan, mendiamkan, dll

Ø Perundungan di dunia maya (Cyber Bullying): tindakan menyakiti, mengintimidasi, mengancam, mengucilkan seseorang melalui internet,jejaring sosial, mobile phone, atau teknologi digital

Menurut data KPAI pada tahun 2021 tercatat terjadi 53 kasus anak korban bullying di lingkungan sekolah dan 168 kasus bullying di dunia maya, sedangkan Januari hingga Oktober 2022, kasus bullying di sekolah meningkat menjadi 81 kasus. Sebaliknya, kasus bullying di dunia maya menurun menjadi 18 kasus.  

Berdasarkan data tersebut ternyata bullying di dunia maya terjadi lebih banyak ketika kasus Corona meningkat. Pembelajaran banyak dilakukan secara daring dan siswa lebih dominan interaksinya dengan gawai. Ketika pembelajaran mulai dilakukan secara tatap muka, kasus bullying di sekolah menjadi meningkat dan kasus di dunia maya menjadi menurun. 

Apakah dapat disimpulkan bahwa sekolah menjadi tempat paling rawan terjadinya bullying?

Pengalaman bersekolah, berteman, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar meninggalkan riwayat memori yang dapat mempengaruhi dinamika emosi. Anak-anak mendengar, melihat, dan merasakan banyak hal dalam interaksi sosial. Bullying di sekolah atau lingkungan merupakan salah satu pemicu munculnya dinamika emosi negatif pada anak. Oleh karena itu, sekolah bekerja sama dengan orang tua harus memperhatikan apa saja yang didengar anak kita, apa saja yang dilihat anak kita, dan apa saja yang dirasakan. Orang tua dan pendidik diharapkan mampu menjaga anak didiknya dari paparan negatif yang bisa menjadi "riwayat negatif" untuk anak. Anak-anak harus mendapat sentuhan, pembiasaan, ketegasan, dan konsistensi di rumah dan di sekolah, agar sikapnya dalam mengelola dinamika emosi dapat terbentuk. Adab dan etika dalam bersosialisasi harus dilatihkan di rumah juga di sekolah agar fitrah sosiabilitasnya berkembang secara seimbang.

Sekolah memang menjadi tempat di mana sebagian besar anak-anak menghabiskan waktu di jam produktifnya. Namun, di zaman milenial seperti ini, anak-anak sepertinya tidak dapat lepas dari gawainya. interaksi mereka tidak hanya terjadi secara tatap muka, tetapi juga dilakukan lewat sosial media. Sekolah bahkan orang tua memang tidak dapat mengotrol penuh atas penggunaan gawai. Akan tetapi, berbagai pihak terkait dapat melakukan upaya pencegahan atau meminimalisir adanya kasus bullying. Jika dilakukan upaya deteksi dini dengan cara memperkuat tri pusat pendidikan, yakni sekolah, orang tua dan masyarakat, maka kasus bullying bisa diantisipasi lebih awal.

Pemerintah tentunya juga dapat ikut berperan dalam upaya pencegahan bullying ini. Melalui Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), pemerintah menggaungkan kurikulum merdeka. Kemdikbudristek telah menerbitkan beberapa aturan dan kebijakan tentang pencegahan bullying di sekolah, kebijakan profil Pelajar Pencasila, serta implementasi kurikulum merdeka sebagai upaya menciptakan suasana pembelajaran yang aman, sehat, dan menyenangkan di sekolah. Kurikulum tersebut diharapkan mampu menjadi jalan agar pendidik lebih mengenal anak didiknya. 

Dalam Profil Pelajar Pancasila dapat diintegrasikan dengan materi anti bullying. Terdapat 6 elemen karakter yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila, yakni berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.

Untuk mencegah dan menanggulangi kasus-kasus bullying tersebut juga diperlukan adanya sosialisasi Permendikbud No 82 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulan Tindak kekerasan di Satuan Pendidikan. Selain itu perlu dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kepala sekolah dan guru yang bersangkutan tentang implementasi aturan tersebut, seperti membentuk satgas anti kekerasan, membangun sistem pengaduan, membuat SOP pencegahan dan SOP penanggulangan dalam penanganan tindak kekerasan yang terjadi di satuan Pendidikan.

 

 

 


Kamis, 18 Juni 2015

Percakapan Logika dan Perasaan



Logika             : Hello, perasaan,, apa kabarmu?
Perasaan          : Hello, logika, saat ini kabarku sedang tidak baik. Bagaimana denganmu?
Logika             : Alhamdulillah aku sedang baik-baik saja, kamu kenapa? Kamu sakit?
Perasaan          : Iya, kondisiku sedang tidak baik, sedang tidak tenang dan merasa plin plan.
Logika             : Ada hal yang mengganggumu?
Perasaan          : Aku sendiripun tidak tau hal apa yang menggangguku.
Logika             : Em,, sepertinya kamu sudah berjalan menjauh.
Perasaan          : Menjauh dari?
Logika            : Apa kamu tidak merasa kita semakin jauh dan sudah tidak berjalan beriringan lagi?    Kamu juga sudah tidak pernah hadir waktu lantunan ayatNya.
Perasaan      : (Terdiam sejenak) Mungkin benar apa yang kamu katakan, kita sudah lama tidak berjalan beriringan, ketika berjalan aku hanya menengok tanpa mau beriringan denganmu. Bahkan pada waktu-waktu yang telah ditentukanNya pun aku mengacuhkan untuk hadir.
Logika          : Cobalah merenung sejenak, renungkan semua hal yang kita lalui ketika kita beriringan, dan bandingkan saat kamu memilih berjalan sendiri.
Perasaan        : Iya, aku merasa tidak bisa mengendalikan diriku ketika aku berjalan sendirian bahkan tanpa tuntunanNya. Aku terlalu mengikuti apa yang aku inginkan tanpa berdiskusi denganmu ataupun memperhatikan tanda-tanda yang diberi olehNya. Aku lemah tanpamu dan tanpaNya. Aku lalai....
Logika          : Sudahlah, saatnya sekarang semua itu kamu jadikan pelajaran. Kedepannya mari kita berjalan beriringan lagi. Entah kamu dulu atau aku dulu yang penting tidak saling meninggalkan satu sama lain. Kita sudah seperti sepasang kaki, dimana ketika berjalan nggak bisa berjalan sempurna tanpa satu kaki, dan ketika yang satu melangkah, kaki satunyapun juga melangkah. Kita terutama kamu juga harus mulai hadir saat lantunan ayatNya disenandungkan, karena itu adalah petunjuk arah bagi kita saat berjalan.
Perasaan         : Baiklah, mari kita memulai petualangan baru bersama


Akhirnya logika dan perasaan-pun berjalan beriringan, walaupun tidak selalu berjalan pada porsi yang sama, tetapi mereka saling melibatkan. Tidak lupa mereka terlibat dalam waktu-waktu yang telah ditentukan olehNya sehingga perjalanan mereka menjadi penuh berkah dan terarah. 


Senin, 09 Desember 2013

Ceritaku Tentang Musik

Musik............................
    Gitar...
    Piano...
    Drum...
    Bass...
    Biola....

Serangkaian harmoni semua alat musik itu akan sangat indah didengarkan. Masing-masing musik akan memiliki energi tersendiri bagi pendengarnya. Begitu pula denganku. Musik memberikanku energi yang amat penting, karena melalui musik aku mampu berimaginasi jauh, bahkan sering kali terlalu jauh, hehehehe.

Dulu aku tidak pernah peduli dengan musik apa yang akan aku dengar, tapi setelah mengenal salah satu motivator terkenal yaitu Ippho Santosa, aku diingatkan untuk tidak mendengarkan musik yang mellow karena hal ini berbahaya bagi hati dan pikiran :D Pikiran bisa jauh melayang kemana, hati bisa ikut "hanyut". Apalagi musik-musik berlirik galau plus musik yang menggalaukan. Wahh, siap2 energimu akan habis disana.

Musik yang kita dengarkan, baik lirik maupun nadanya sedikit banyak akan berpengaruh terhadap emosi kita. Misalnya pagi hari kita mendengarkan musik bernada mellow, maka dimungkinkan tenaga kita untuk melalui hari itu akan lemah atau "seadanya". Beda ceritanya jika kita mendengarkan musik yang energik, seringkali kita akan merasakan suntikan energi lebih melalui setiap hentakannya. Namun, tidak semua musik energik memberikan energi positif bagi kita. Adapula musik energik yang menyuguhkan lirik "nyleneh", vulgar, intinya nggak panteslah.. Ini yang perlu kita hindari sebenarnya. Juga tidak semua musik mellow meloyokan, ada musik-musik religi yang alunannya mellow tapi liriknya luar biasa.

Bagiku sendiri, pemilihan musik sangat penting. Setiap hentakan drum, setiap petikan gitar dan bass, setiap dentuman piano mempunyai arti penting dalam pengelolaan imajinasiku. So, aku harus berusaha mensortir lagu-lagu yang aku dengar maupun yang aku nyanyikan. Takutnya jadi "doa". Iya kalau liriknya bagus, nah kalau liriknya tentang perceraian dan hal-hal negatif lain? bisa jadi boomerang. Nauudzubillah...
Hal yang suka aku lakukan adalah memilih lagu-lagu berbahasa asing agar aku minim bernyanyi, minim tau artinya, hanya mengikuti alunan musiknya. Menurutku itu lebih aman. Dan suka menyisipkan lagu-lagu religi maupun lantunan ayat-ayat Al-Quran agar tidak terlalu terlena. Bagiku sebagai seorang bertipe mesin kecerdasan #Insting, musik memegang peranan yang lumayan penting karena cara belajarku lebih maksimal jika ada musik, tapii tetep diperhatikan musik yang seperti apa :)

Ke depannya aku ingin sekali bisa memainkan alat musik seperti dulu ketika SMP bisa bermain gitar. Berhubung lama sudah tidak dilatih tangan jadi kaku dan lupa dengan kunci-kuncinya. Kenapa hal ini ingin sekali aku lakukan? emmm, bingung juga mendeskripsikannya, yang jelas ketika ada musik yang membuatku nyaman, tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh rasanya ingin mengikuti alunannya. Misalnya ketika mendengarkan lagu Vierra yang biasanya dominan piano, nah jari-jari tangan ini perlahan bergerak seolah aku bisa bermain piano, hehehe. Bisa bermain alat musik juga dapat membuatku lebih tenang, rileks kembali mengingat tipe #Insting adalah orang yang tempramental (sesuai), alat musik bisa menjadi salah satu wadahku menyalurkan sifat jelek tersebut agar tidak memecahkan barang-barang lagi, hahahaha.

Itu ceritaku tentang musik, mana ceritamu? :)


Sabtu, 26 Oktober 2013

"iga oh iga"

Jadwal lapar kemarin mepet sama jadwal sholat -__- Laper beudddd...! Akhirnya aku dan teman2 kos yang senasib makan di luar. Menu pilihan kami adalah -iga-. Uda lama banget sih nggak ngrasain iga lagi, penasaran rasanya sekarang gimana, hahaha.

Hap hap hap, ngenggg,,, menuju sebuah rumah makan yang menu utamanya iga. Aku pesen iga penyet plus es blewah.
Kayak gini makanannya (Gambar dari internet, he)

Enak sih, cuma kurang lengkap tanpa adanya sesuatu yang kriuk-kriuk misalnya krupuk, hahahaha.
Pas makanan datang pas adzan berkumandang. Hayo? Sholat dulu ato makan dulu? Aku memutuskan makan dulu karena memang benar-benar sudah lafarrrr... yum yum yum yum yum....

Selesai makan aku dan teman2 yang sudah selesai makan bergantian sholat di rumah makan tersebut.

"Tempat sholatnya di mana ya mas?"
"Di sana mbak, lurus aja nnti belok kiri, musholanya sebelah kanan"
"Oh iya mas terimakasih"

Berjalanlah aku ke arah yang sudah ditunjukkan. Wah enak nih semi outdoor tempat sholatnya, jd lebih sejuk. Tapi tempat wudhunya di mana ya? Ternyata tempat wudhunya outdoor! Disediakan semacam gentong yang ada pancurannya gituu.... Nggak ada tirai penutupnya, jadi keliatan dari jalan raya dan dari orang-orang parkiran.

"Mas tempat wudhunya yang tertutup di mana ya?"
"Wah nggak ada mbak"
"Ato kamar mandi deh mas"
"Nggak ada juga mbak"
"lah????"
"Toilet ada"
"Iya wes apa itu namanya"

Akhirnya aku wudhu di toilet -_- dan begitu masuk aku hanya bengong. "Bersih, tapi gimana caranya aku wudhu???" Gimana nggak bengong, yang tersedia di toilet itu hanya pancuran untuk WC duduk dan wastafel. Oke lah aku memutuskan wudhu di wastafel, gag apa2 dah kaki dinaekkan ke wastafel, hahaha.

hmmm, sayang sekali ya minusnya di rumah makan ini cuma satu, yaitu tempat wudhunya aja yang terbuka. Sering sekali di tempat-tempat yang "wah" dan lumayan banyak dikunjungi menyediakan tempat wudhu dan atau tempat sholat yang amat minim sehingga kurang membuat nyaman pengunjungnya. Misalnya saja di salah satu mall terbesar di Malang. Di sana hanya ada mushola seukuran "rumah mini" yang pengap banget ketika bareng2 sholat (misalnya sholat magrib). Hal ini menurutku kurang sekali karena mengingat mall tersebut memiliki lahan yang luas sekali untuk pembangunan mall utama dan juga luas sekali untuk lahan parkir, harusnya memiliki mushola yang layak dan lebih luas sehingga pengunjung yang kebetulan masih ada keperluan di mall tersebut dapat sholat dengan khusyuk dan lebih nyaman.

Senin, 07 Oktober 2013

Jangan Puji Aku


Betapa melenakannya ketika pujian itu mendarat pada kita, is it right?
akupun pernah merasakannya kawan :D

Seneng?
Pasti seneng lah, dipuji gitu lohhh... ^_^

Tapi tapi tapiiii,,,
Aku akan confuse ketika harus berhadapan dengan orang yang memuji
Bagaimana aku harus bereaksi?
Hal ini yang membuat sudah aku menjadi sering kali kurang menyukai pujian terutama pujian yang bersifat fisik
Aku lebih nyaman ketika orang memuji prestasiku, hasil jerih payahku, hasil kreatifitasku..

"bukannya sebagai cewek pasti akan senang sekali dipuji terkait penampilan?"
Iya seneng sih seneng, cuma itu kan sifatnya fisik? dan semua cewek pasti juga bisa melakukannya. Itu hanya terkait pinter-pinternya cewek itu memilih pakaian dan warna yang pantas buad dirinya :)
dan itu nggak ribet, itu hal yang simpel...
-pelajari aturan berpakaian dalam agamamu
-kenali dirimu
-berpakaianlah sesimpel mungkin

Itu aja sih menurutku, karena semakin ribet dalam berpenampilan maka itu akan merepotkan diri kita dan semakin menunjukkan kekurangan kita dalam berpenampilan.
"Kok bisa?"
Iya bisa dong, hehehe...
Misal nih, kamu nggak PD dengan kulitmu yang rada gelap, akhirnya kamu pakai bedak yang lebih tebal atau foundation. Sebagai cewek aku masih ngrasa ribet klo nglakuin itu, ribet ketika mau sholat, ribet ketika aktifitasnya padat dan hari yang panas.

Lagian terkadang lho itu malah nggak cocok buat kita.
Coba deh yang alami-alami aja, karena kealamian lebih segar dan simpel dipandang.
Bukan berarti nggak jaga penampilan lho ya? cuma buatlah penampilan kita sesimpel mungkin (sama-sama belajar)