Sabtu, 31 Agustus 2013

Extraordinary Desaigner

Apa yang ada di pikiran kamu ketika disodori suatu istilah yaitu:
        "DESAINER"

Macem-macem pastinya, Nah ini dikhususkan pada desainer fashion wanita dulu ya..

Jika berhubungan dengan desainer, fashion, wanita, hmm, pasti yang dibayangkan adalah baju-baju unik, kreatif, glamour, is it right?

Sekarang dikhususkan lagi pada fashion wanita muslimah ya..
Kenal dengan desainer ternama Indonesia Irna Mutiara?
Pastinya tau lah. Beliau sudah merancang macam-macam busana muslim mulai dari yang casual smpai baju pengantin. Berbagai acara fashion show sudah sering diikuti dan digelar.



Nah, itu beberapa koleksi beliau yang saya search di google, bagus-bagus ya :)

But,,, beberapa bulan lalu, there is a big change, She decides to wearing hijab syar'i..!!!!
Look this!

Coba perhatikan mulai dari kepala smpai ke ujung kaki!
Bandingkan dengan foto-foto sebelumnya :)
Beda bgt ya?
Ya, beliau memutuskan untuk berhijab syar'i sepulang umrah, memakai jilbab lebar, gamis, dan berkaos kaki... Subhanallah...!
Maha Suci Allah yang mendatangkan hidayahNya bagi hamba yang dikehendaki.

Keputusan yang sangat besar menurutku, mengingat profesi beliau adalah seorang desainer yang identik dengan fashion yang trend, up to date, dsb. Sebagai salah satu fansnya pastinya aku kaget, dan bertanya-tanya,"beneran ta ini? kenapa?"

Di akun twitternya, Bunda Irna, begitulah biasanya beliau dipanggil, menerangkan tentang perubahan besar yang terjadi dalam hidupnya. Beliau mengatakan bahwa beliau sedang memperkuat identitas keislamannya dan menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada karya-karyanya. Ke depannya karya-karya beliau akan insyaAllah sejalan dengan pembenahan diri beliau.
Beliau menceritakan pula bagaimana awal mula berhijab syar'i. Itu terjadi ketika beliau umrah, beliau berniat hanya membawa gamis dan kerudung lebar. "Niat hati jg ingin menyederhanakan tampilan dan mengurangi rasa ingin dipandang 'keren' oleh manusia" kata beliau di twitter (lebih jelasnya bisa follow akun beliau di @irnamutiara).

KERENNNN...!
Salut dengan beliau... :)
Semoga niat beliau membawa pengaruh baik terhadap dunia fashion bisa diridhoi oleh Allah Swt. Aamiin Ya Allah, Aamiin.
dan smg yg nulis ini juga ketularan menyempurnakan hijabnya (hehehe, aamiin)

Ini Rinduku, Ini Caraku

Kamu pernah merasakan rindu?
Aku pernah...
 
Apa yang kamu lakukan ketika kamu rindu?
Aku hanya diam...
 
Kenapa hanya diam?
Karena hanya itu yang bisa aku lakukan...
 
Tidak adakah hal lain yang bisa kamu lakukan untuk meredam rindu?
Tidak ada...
 
Benarkah?
Iya, tidak ada yang bisa aku lakukan selain diam..
 
Bagaimana dg telepon, sms, dan berbagai media sosial lain?
hmmm, tidak bisa...
 
Kenapa tidak bisa?
Karena sejatinya rinduku hanya aku yang merasakan, dia tidak..
 
Oya? Bagaimana kamu tau itu?
Em,, aku tau lewat hatiku..
 
Ah, kamu terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang belum tentu terjadi!
Hmmm... sudahlah, aku yang lebih tau bagaimana rindu yang tak berbalas...
 
Terus sampai kapan kamu akan diam?
Sampai Tuhan mempertemukan...
 
Lalu ketika kalian bertemu apa yang akan kamu lakukan?
Tidak ada..
 
Lho? kok tidak ada?
Hehehe, memangnya harus bagaimana? Aku hanya bisa memandangnya,, melihat kembali senyumnya, mendengar kembali sapa dan candanya..
 
Hanya itu?
Iya...
 
Ah, nggak seru!
Bagimu mungkin itu nggak seru.. tp bagiku itu sesuatu yang "seru" karena membutuhkan dan melatih suatu keikhlasan, kesabaran, dan suatu kepantasan serta keyakinan akan janji Tuhan :) Suatu saat kamu pasti mengerti...
 
Oke lah, tp klo rindu cuma diam itu apa nggak menyiksa?
Ya itu pasti, cuma ketika aku menengadahkan tangan memohon pada Tuhanku untuk menjaganya, bercerita pada Tuhan, menyampaikan rinduku hanya pada Tuhan, aku merasa lega...
 
Ha? bagaimana kamu bisa melakukan itu saja di zaman seperti ini?

Em, gimana ya, semua perlu dilatih, awalnya benar2 tidak terbiasa, puluhan sms dikirim, pura2 ada keperluan agar bisa telepon, tapi semua itu benar2 melelahkan, malah tidak mengobati rasa rindu... dan suatu hari sebuah pengertian membawaku pada sikap DIAM, dan cukup Tuhanku yang tau, karena Tuhan lah yang memberi anugrah berupa rindu, maka aku harus datang padaNya untuk mengadu :) Begitulah caraku meredam rindu...


Rabu, 07 Agustus 2013

Aku dan Pengamen Kecil

Seperti biasa, hari rabu ada jadwal untuk ngjar les privat...
kali ini aku datang terlambat, shg  pulangnya-pun malam.

Pukul 20.45 aku pulang...

Namun, sebelum pulang aku mendapat sms dr tmn kos: "belikan roti tawar ya..?"
kebetulan di dekat tempatku ngajar ada Alfamart, aku mampir...
Pegawainya begitu ramah padaku, sng rasanya :)
Dsna aku membeli roti tawar, dan snack untuk begadang mlm ini (hehehehehe)

"dan skrg, saatnya pulang" kataku dalam hati..
Seperti biasanya pula, aku melewati jalan itu....

Di perempatan itu, tb2 ada seorang anak kira2 kelas 6 SD menghampiriku..
"mbak, bareng mbak, sampai pertigaan sna aja", katanya.
"lho? memangnya Qm drmnana?", tanyaku.
"ngamen mbak", jawab anak kecil itu...
tanpa pikir panjang tp dengan sedikit rasa takut akupun mempersilahkan dia menaiki AG 5013 BI

Dalam perjalanan aku menanyakan pdnya: "dhek, Qm sdh dpt uang brp dr hsl ngamen td?"
"10.500 mbak.."
"kamu disuruh org tuamu ngamen ta?"
"enggak", jawab anak itu dengan nada seakan dia tidak mau urusannya dicampuri...
aku-pun diam dan tetap mengendarai motor.

"dhek, pertigaan ini ta?, tanyaku setelah smpai di pertigaan yang mungkin benar
"iya mbak.."
"trs kamu rumahnya dmn? apa msh jauh?"
"iya msh jauh mbak"
tanpa pikir panjang, aku memutuskan untuk mengantarkan pengamen kecil itu ke rumahnya
"dhek, nanti klo sudah mau nympek bilang ya?"
"iya mbak, ini msh jauh"

Di depan bakso bakar itu dia meminta berhenti,
tnyata di dekat bakso bakar itu adalah gang rumahnya.
Dia turun dan mengucapkan terimakasih..
Aku segera mengambil snack yang sempat ku beli di alfamart td.
"dhek, ini buad kamu"
"makasih ya mb?"
"iy dhek, ht2 ya..."

Wajah pengamen kecil itu  menampakkan suatu kelelahan,
mulai jam setengah 3 sore smpai jam 9 mlm dia di perempatan
untuk mengamen.....
hanya mendapatkan uang 10.500.
uang yg mgkn sngat berharga bg anak kcl itu...

Selama prjalnan pulang pkranku tetap tertuju pada pengamen kecil itu...
sekecil itu sudah harus cari uang sampai malam,
sekecil itu sudah harus menghadapi hidup yang keras,
harusnya dia kan sekolah,
harusnya jam sgni dia belajar,
harusnya jam sgni dia sudah harus istrhat...
tp dia malah bekerja, Mengamen...

Bersyukurlah kalian yg orang tuanya mampu membiayai apapun kbthan kalian...
mau sepatu merk FILA dibelikan,
mau tas merk REEBOK dibelikan,
mau ke sekolah naik mobil diantar,
mau makan ayam, daging, lauk apapun tinggal beli,
mau ini itu tinggal OK..
Syukurilah semua itu,...
Kalian jauh lbh beruntung dr pengamen kecil itu...

Gunakan uang, waktu, pikiran, dan tenaga untuk hal-hal yang berguna bagi masa depan
sehingga orang tua bangga dan bahagia pada kalian..
lakukan yang terbaik untuk keluarga dan sesama umat.

Sebaik-baik manusia adalah yang berguna/bermanfaat bagi org lain :)

Love u aLL...

Selalu Saja...

Selalu saja begini Tuhan.... 
Selalu saja... 
dan aku sekarang menangis...


apakah apa yang ada di diriku ini tidak bisa berubah, Tuhan?
 apakah selamanya "kebungkaman" akan tumbuh subur di dalam diriku?

Tuhan, bantu aku untuk bertutur tentang perasaanku... 
aku yakin engkau pasti sangat tau tentang apa yang aku rasakan,, 
tapi 
apa teman-temanku, sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku, pacarku, bahkan orang tuaku tau tentang perasaan ini klo aku tidak bertutur?? 

Tuhan, aku ingin pandai bertutur tentang perasaan ini
 sudah cukup sekian tahun aku selalu harus berperang melawan "ini" 
beri aku kesempatan untuk pandai bertutur semuanya sesuai dg yang ku rasakan....

akan sangat bahagia aku ketika aku pandai bertutur dan semua org mengerti "bahasa"ku :)
aku menanti saat-saat itu, Tuhan...
akan selalu ku tunggu...

Rabu, 06 Maret 2013

I Miss You So Much

Perjumpaan yang diharapkan terjadi setiap minggu sering kali tak sejalan
Aku tetap harus disini memenuhi segala kewajiban

"Kok nggak pulang?"
Alasan apalagi yang harus diutarakan supaya hati yang rindu tak tersakiti..


Lantas harus bagaimana?
Ya bagaimana lagi..
Lagi lagi harus tertegun melihat mereka yang bisa menjinjing tas untuk beranjak ke kampung halaman
Pertemuanku dengan mereka lagi lagi harus dalam batas mendengar (dan merasakan)

Kabar yang sebenarnya tak baik mau tidak mau harus diutarakan bahwa semua baik-baik saja..
dan sepertinya mereka juga berlaku sama
mengabarkan segala suasana yang baik-baik saja

hmmm, orang tua memang hebat!
sanggup menyembunyikan rasa sakitnya, gundahnya, kebingungannya...

Dari nada suara itu melemah..
"Ada apa?"
"Sakit, sudah mendingan"
Nah, mendingan, itulah kata yang dirancang agar anaknya tidak khawatir...
Namun suara itu tidak bisa berbohong!
Dan finally dengan terbata menahan tangis aku cuma bisa bilang:"Semoga lekas sembuh ya Yah..."

Nada suara yang lain tersirat kebingungan dan kegundahan atas masa depan "si tengah"
Dengan perlahan, hanya bisa menenangkan dengan berkata:"Iya Bu, si tengah kemarin2 sudah sms minta pertimbangan"
Apa yang bisa aku lakukan dari jarak jauh seperti ini? 
Tidak ada! kecuali memberikan sebuah pertimbangan dan saran pada setiap pilihan yang diajukan "si tengah"

Lumayan takut memberikan sebuah pertimbangan itu apalagi menyangkut sebuah masa depan
Oleh karena itu, selalu aku awali dengan bismillah setiap memberikan sebuah pertimbangan dan saran tersebut
Dan pesanku pada "si tengah", awali pula segala keputusan atas pilihan-pilihanmu dengan basmallah..
Mintalah restu pada orang tua atas keputusan itu, kemudian ceritakan pada Tuhan hajat atas masa depanmu..

"Tuhan tidak akan pernah lalai memberikan yang terbaik bagi hambaNya..
Tuhan akan memberikan mana yang baik dan yang pantas atas segala usaha yang dilakukan hambaNya.."

Ayah, ibu.. benar-benar rindu akan pertemuan denganmu di sebuah rumah yang telah kalian bangun dari NOL.
Ingin sekali menghadirkan senyum pada setiap sudut rumah itu supaya memperlama proses pengerutan kulit itu :)

Semoga Tuhan memberikan segala hal yang terbaik atas segala pengorbanan kalian..
Semoga Tuhan mengganti setiap kekhawatiran, kegundahan, kesedihan, kesakitan kalian..
Semoga Tuhan mengijinkan ketiga putra putrimu tumbuh dewasa dengan membanggakan :)

Malang, 5 Maret 2013

Senin, 11 April 2011

For My Family

Cuci baju sudah, skrg tinggal jemur bj...
Pintu kos di tingkat atas saya buka...
hmmmmm, begitu segarnya udara pagi ini :)
cerah, wlpun tak secerah hati saya...

Sambil "menata baju2 basah" agar cpt kering, sy mndngar suara org yg sedang mengaji
dan sayup2 terdengar org sdg berceramah ttg agama.
Pikiran saya lgsung tertuju pada dua sosok org di kediri,
ORANG TUA saya,
AYAH dan IBU... :(

Setiap pagi di hari minggu,
ayah selalu membangunkan saya untuk segera bersiap2 untuk mengikuti pengajian.
"Fi, hbs shlat subuh jgn tidur lg, ayo ikut ke pengajian sm bpk ibu dan adhek2. In. Allah ceramahnya bermanfaat buad bekal spiritual"kalimat itu yang diucap ayah ketika mengajak saya pengajian.

Namun, sudah sekitar 6 minggu sy tidak mendengar kata-kata itu lagi :(
Saya masih bertahan di Malang untuk menyelesaikan study dan kerjaan.

Suara org mengaji dan org crmah td sngat membuat rasa rindu saya semakin besar...
Ayah, Ibu, Adhek, Fifi kangen pagi2 brngkat bareng ke pengajian...
Fifi kngen sarapan soto atau pecel stlah mengikuti pengajian....
Fifi pngen pulang :(